Menulis, menghasilkan sebuah prosa atau puisi yang terbaik dari diri kita, adalah proses yang minta pengerahan batin. Dalam pengerahan batin itu seorang seakan-akan menghadapi dirinya sendiri, seakan becermin. Si penyair mungkin tak akan tahu apakah yang ditulisnya nanti jelek, tapi ia akan tahu apakah yang ditulisnya palsu. Ia tak bisa bohong, ia harus otentik.
Goenawan Mohamad
