Kami menerbitkan Majalah Mata Puisi sebagai usaha untuk turut serta dalam perayaan dan perjalanan
panjang puisi Indonesia. Hari ini puisi ditulis banyak orang, disebarkan di media sosial yang riuh
berebut perhatian dengan teks-teks lain. Kami ingin menampung apa yang berharga dari yang
terserak itu, menyimpannya di sini, menjadikan majalah ini semacam lumbung. Ada puisi yang
dipilih dengan hati-hati, dan kami berharap itu menjadi semacam benih yang baik – bahkan unggul- tersimpan di sini yang kelak menjadi bahan sumber bagi siapa saja yang ingin membuat
hibrida baru yang memperkaya cara ucap dan penggarapan tema dalam puisi Indonesia.
Kirim puisi, esai, resensi, ulasan, dan percakapan, ke email redaksi matapuisikita@gmail.com.
Tuliskan puisi di Words (hanya 6 hingga 8 puisi) sertakan di lampiran email dengan sekadar pengantar di badan email terkait puisi yang dikirim dan biodata ringkas.
Esai, resensi buku, percakapan dengan penyair, liputan, serta ulasan tentang hal-ihwal perpuisiand an kepenyairan ditulis dalam seribu hingga 1.500 kata. Sertakan juga foto diri dengan pose yang seakan menjawab bait Chairil Anwar: aku suka pada mereka yang berani hidup. Ada honor untuk setiap tulisan yang dimuat.