Lompat ke Konten

Mata Puisi

Melihat Jauh ke dalam Kata

  • Prosopon
  • Esai
    • Anotasi
    • Resensi
    • Apresiasi
  • Percakapan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Klinik Puisi

Puisi, Pengalaman, dan Kesadaran

Oleh Hasan Aspahani PENGALAMAN adalah bahan dasar dari puisi.  Dari mana penyair mendapatkan pengalaman? Tentu dengan mengalami sendiri sebuah peristiwa, disengaja atau tidak disengaja. Itu …

Esai

Esensi Kire dalam Haiku: Memotong Waktu dan Bahasa

Oleh Hasan Aspahani ADA satu diagram menarik terkait penjelasan tentang haiku, dan sekaligus petunjuk untuk menuliskannya.  Diagram skematis itu dibuat oleh Takatoshi Goto, M.D., Ph.D. melengkapi …

Esai

Jejak Haiku di Indonesia: Sekilas Tinjauan Awal

Oleh Hasan Aspahani (1)             APAKAH haiku masuk ke Indonesia bersama invasi Jepang? Atau sudah masuk ketika kegiatan mata-mata Jepang sepuluh tahun sebelum invasi itu? …

Klinik Puisi

Klinik Puisi: Kata Sekelompok alias Kolokasi

Oleh Hasan Aspahani PERHATIKAN kata-kata berikut: melirik, melihat, menatap, menonton, mengerdip, mengerling, mengerjap, memicing, melotot, membelalak, memandang, mendelik, membeliak, memejam. Apa yang menyatukan dari semua kata …

Updated on Mei 14, 2026Februari 14, 2020Menulis Kreatif

Tiga Keterampilan Berpikir Bagi Seorang Penulis Kreatif

Oleh Hasan Aspahani MENULIS kreatif sering disalahpahami sebagai kegiatan yang sepenuhnya bergantung pada bakat, ilham, atau “mood”. Padahal, di belakang sebuah cerita yang terasa hidup …

Baca Selengkapnya
Updated on Mei 14, 2026Februari 14, 2020Esai

Mendekati (dan Menikmati) Puisi Sebagai Teks

Oleh Hasan Aspahani WUJUD fisik puisi itu adalah teks. Untuk menikmati dan mencintai puisi kita tak harus benar-benar memahami teks itu. Tapi, puisi bisa didekati …

Baca Selengkapnya
Updated on Mei 12, 2026September 12, 2019Prosopon

Ujang Saefudin: Yang Kuat yang Bicara Sendiri

Oleh Hasan Aspahani TERHADAP sajak-sajak Ujang Saefudin berikut ini saya merasa tak perlu lagi memberi pengantar. Sajak-sajaknya sudah menjadi. Sudah dengan kuat bicara sendiri. Ia …

Baca Selengkapnya
Updated on Mei 12, 2026September 12, 2019Percakapan

Citraan Pengecapan: Ikan Sarden Rizki Amir

Oleh Hasan Aspahani CITRAAN yang paling kerap dipakai dalam puisi Indonesia modern adalah visual dan suara. Padahal ada tujuh citraan utama dalam puisi: Selain 1. citraan …

Baca Selengkapnya
Updated on Mei 12, 2026Agustus 12, 2019Percakapan

Sajak-sajak Gian Bakti: yang Bergerak antara Ide dan Suasana!

Oleh Hasan Aspahani Catatan Pengantar: Tiga sajak Gian Bakti berikut ini rasanya cukup untuk membicarakan satu tema yang tak baru dalam puisi Indonesia, yaitu soal perbedaan puisi ide dan puisi suasana. …

Baca Selengkapnya
Updated on Mei 12, 2026Juli 12, 2019Percakapan

Ng. Lilis Suryani: Maut yang Mengajak Merokok di Beranda

Oleh Hasan Aspahani Catatan Pengantar: Tirai masuk ke dunia puisi itu barangkali berupa selaput tipis saja tapi kuat. Ketika seseorang berhasil membawa bahasanya masuk menembus …

Baca Selengkapnya
Updated on Mei 12, 2026Mei 12, 2019Percakapan

“Pelamun” dan Kelu-kesah Ilham Maulana dari Karawang

Catatan Pengantar: “Menulis puisi adalah melakukan senam imajinasi, setiap mencoba keluar dari kebingungan kata, kita diajak berinteraksi dengan masa lalu yang bisa tiba-tiba hadir…,” kata …

Baca Selengkapnya
Updated on Mei 12, 2026Mei 12, 2019Prosopon

Sajak-sajak Aldri Fajar dan Jalan antara Dua Kutub yang Ia Tempuh

Oleh Hasan Aspahani DALAM kacamata teori dan kritik formalisme, sajak-sajak Aldri Fajar Muhammad yang dihidangkan di sini, adalah sajak yang berhasil. Formalisme mensyaratkan satu hal …

Baca Selengkapnya
Updated on Mei 14, 2026April 14, 2018Klinik Puisi

Klinik Puisi: Efek Bunyi, Eufoni dan Kakofoni

Oleh Hasan Aspahani Eufoni dan kakofoni adalah pola bunyi yang digunakan dalam sajak untuk mencapai efek yang berlainan bahkan berlawanan: eufoni menenangkan, menyenangkan, dan harmonis; …

Baca Selengkapnya
Updated on Mei 14, 2026April 14, 2018Klinik Puisi

Klinik Puisi: Vitalisme, dari Chaotisch ke Kosmisch

Oleh Hasan Aspahani CHAIRIL ANWAR (1922-1949) betul-betul mempersiapkan diri untuk menjadi penyair besar. Itu dilakukannya antara lain dengan berusaha memahami bahkan memperdalam filsafat manusia. Ia …

Baca Selengkapnya

Paginasi pos

Sebelumnya Halaman 1 … Halaman 5 Halaman 6 Halaman 7 Berikutnya

Terbaru

  • Puisi, Pengalaman, dan Kesadaran
  • Esensi Kire dalam Haiku: Memotong Waktu dan Bahasa
  • Jejak Haiku di Indonesia: Sekilas Tinjauan Awal
  • Klinik Puisi: Kata Sekelompok alias Kolokasi
  • Prosopon: Puisi, Sosok Penyair, Wajah yang Berbicara

Klinik Puisi

Menulis Kreatif

Klinik Haiku

Arsip

Kirim naskah hanya melalui email matapuisikita@gmail.com. Tata cara pengiriman selengkapnya baca di Tentang Kami. Ada uang honorarium untuk setiap tulisan yang dimuat.

Komentar

  1. Editor Mata Puisi mengenai RUU Kepenyairan dan Perpuisian 2006 Versi Revisi 😋
  2. Editor Mata Puisi mengenai Hakikat Haiku: Ringkas tapi Membuka Yang Tak Terbatas
  3. gema mengenai RUU Kepenyairan dan Perpuisian 2006 Versi Revisi 😋
  4. Pearl mengenai Hakikat Haiku: Ringkas tapi Membuka Yang Tak Terbatas

Mata Puisi Sejak 2020

Baca
Baca
Baca
Baca
Baca
© Hak Cipta2026 Mata Puisi. Hak Cipta Dilindungi. Yummy Recipe | Diciptakan Oleh Blossom Themes. Ditenagai oleh WordPress.